Kisah Rajawali Cerdik yang Tak Terkalahkan


Aku Hewan Tangguh—Aku sedang terbang, tempatku kini sedang berada di bawah awan namun bumi juga terasa jauh untuk disentuh. Ya, aku sedang terbang di udara dengan bebas tanpa hambatan sedikitpun. Tentu saja aku sebagai salah satu hewan terbaik yang tinggal di bumi, aku hidup dengan beberapa keistimewaan. Salah satunya aku hewan bumi yang bisa terbang di udara. Kedua sayap kanan dan kiri bisa berfungsi dengan baik supaya aku bisa terbang setinggi mungkin

Perkenalkan namaku Rajawali si burung besar yang benar-benar bisa terbang di udara. Sebelum aku melanjutkan cerita, maka aku akan hinggap di dahan pohon terdekat. Terkadang aku juga kembali ke bumi untuk tidur dan istirahat seperti sekarang. Ya, aku akan beristirahat sejenak di dahan yang cukup nyaman ini. Kemudian melanjutkan ceritaku itu.
Kisah Rajawali Cerdik yang Tak Terkalahkan
wikiwow.com

Ketika aku berada di bumi seperti saat ini, maka aku gunakan untuk mencari dahan terbaik supaya bisa hinggap di dahan yang nyaman. Cakar yang kupunya di kedua kakiku juga membutuhkan dahan yang sesuai supaya bisa menjaga keseimbangan tubuh.

Aku akan tidur, istirahat sejenak dan makan di daratan, tentu saja dengan memilih tempat yang tepat untuk dijadikan tempat tinggal. Kemudian makan dimana saja asalkan situasi terasa nyaman untuk ditempati sementara.

Ketika aku berada di udara seperti tadi, maka aku akan memasang penglihatan tajam yang ada di kedua mataku. Ya, aku bisa melihat gerak-gerik mangsa di radius yang cukup jauh. Namun terkadang kemampuanku itu tidak menjadi alasan untuk mendapatkan makanan. Suatu hari makananku melarikan diri dan sekalipun aku tidak bisa mengejarnya, ia sudah sangat jauh dari pendanganku. Lalu rencana lain pun muncul, dimana aku akan mencari makanan yang lain. Aku tidak suka meratapi rasa kecewa, nanti kualitas terbangku menjadi jelek, aku tidak suka.

Maka pada saat itu aku berjanji untuk tidak berkelahi dan berusaha untuk mengurangi jumlah lawan yang terasa semakin banyak. Dimana aku akan makan secukupnya dan hanya mengambil secukupnya. Ya, membiarkan alam sekitarku tetap terjaga seperti biasa. Keturunanku nanti harus menikmati apa yang aku rasakan hari ini. Itu harus.

Ya, berdasarkan cerita leluhur zaman dulu. Aku dan Rajawali lainnya tidak menyukai satu hewan sebab telah berkhianat pada sebuah perjanjian lama. Kemudian leluhur Rajawali merasa marah, hal itu menjadikan mereka menyebutkan sumpah bahwa mereka dan keturunannya kelak tidak akan lagi bersahabat. Hewan itu adalah jenis burung juga namun tidak berhasil terbang seperti bangsa kami, dialah ayam.

Haus

Meskipun aku memiliki kemampuan yang sangat baik, akan tetapi tetap saja aku tidak bisa melawan banyak hal. seperti melawan musim yang kini sedang terjadi di sekitar tempat tinggalku. Ya, sejauh mata memandang tak kulihat air tergenang di sungai atau aliran kecil sekalipun.
Musim kemarau menjadi salah satu keadaan dimana aku harus berusaha sangat ekstra. Setiap hari aku harus terbang lebih jauh lagi supaya bisa mendapatkan air. Makhluk sepertiku juga membutuhkan minum seperti yang lainnya.

Hari semakin terik tapi belum juga menemukan air di bumi. Aku sudah lama berputar-putar di langit untuk melihat situasi di bumi, namun hasilnya masih nihil. Kemudian akan mencoba ke tempat lain setidaknya aku telah berusaha dan bukan rumusku jika harus mengalah dan mati karena kehausan. Aku kembali terbang ke sudut bumi yang lain, untung saja aku masih menyimpan sedikit tenaga untuk terbang.

Aku sudah mencari sekian lama di udara tapi tidak ada air yang ditemukan sedikit pun. Tenagaku mulai habis dan aku benar-benar kehausan. Kini kepakan sayap berhenti dan hinggap di dahan pohon yang masih hijau, lebih tepatnya di dekat rumah penduduk yang sepertinya sedang pergi ke ladang. Ya, rumah-rumah tampak sepi tanpa penghuni sama sekali, memang ini adalah waktunya untuk bekerja dan nanti sore mereka para manusia akan pulang.

Perhatian mataku teralihkan ke salah satu rumah penduduk. Dimana aku melihat sebuah botol berisi air setengahnya, mungkin air itu tak sengaja tertampung di dalam botol yang tergeletak di dekat sebuah pohon kelapa.

Berkali-kali aku merasakan tenggorokan mulai kering dan bahkan terasa kesat tak nyaman. Setelah melihat keadaan sekitar, maka aku akan segera turun menuju botol itu. Bagaimanapun caranya nanti, aku pasti akan minum air dari botol itu. Pasti akan aku lakukan.

***
Ia Memang Cerdik

Si Rajawali masih bertahan di dahan pohon untuk beberapa waktu kemudian. Namun tatapan matanya tertuju pada botol yang tadi sempat ia katakan padaku. Perkenalkan aku burung Pipit yang tadi tanpa sengaj lewat di depan Si Rajawali yang kehausan.

Aku tidak bernasib malang sepertinya sebab hari ini aku sudah minum di sebuah sawah milik penduduk. Ya, aku minum saat manusia sedang membajak sawah dengan bantuan Si Kerbau. Jadi aku bisa minum sepuasnya, siapa yang akan memperhatikan hewan kecil sepertiku. Setidaknya mereka para manusia tidak berniat untuk menagkapku saat berada di dekatnya.

Kini giliranku hinggap di dahan pohon sementara Si Rajawali terbang dan menuju botol yang tergeletak. Ia menghampirinya dan untuk beberapa saat kemudian mengelilingi botol yang berisi air setengahnya. Mungkin ia sedang memikirkan cara untuk mendapatkan airnya.

Terkadang ia memukul dengan kepalanya atau menendang botol dengan satu atau kedua kakinya. Namun sayangnya botol itu terbuat dari kandungan kaca yang tebal dan sulit dipecahkan. Ya, namanya juga manusia, mereka sangat pintar ketika membuat sesuatu. Sehingga terkadang menyulitkan para hewan seperti Si Rajawali itu sekarang.

Kemudian Si Rajawali kembali terdiam dan tak bergerak sama sekali. Sepertinya ia akan menyerah dan membiarkan nyawanya pergi bersama rasa haus yang menimpa. Ia perlahan berjalan mundur beberapa langkah, entah apa maksudnya sedikitpun aku tidak mengerti.

Ternyata ia kesal dengan air dan botol yang tidak bisa bekerjasama dengan baik hari ini. Kemudian ia menendang batu ke hadapan botol dan segera berbalik untuk kembali terbang. Namun langkahnya terhenti ketika terdengar suara.

Pluk!!

Suara itu berasal dari batu yang ternyata masuk ke dalam botol. Ya, tepat masuk ke dalamnya. Kemudian Si Rajawali melihat kembali batu yang kini sudah tenggelam di dasar botol. Ternyata ia telah memiliki ide dari sebuah ketidaksengajaan lalu Si Rajawali mengepakkan sayapnya sebagai tanda bahagia.

Si Rajawali kemudian mengambil batu-batu yang berukuran kecil dan memasukannya ke dalam botol. Berulangkali ia mencari dan memasukkannya ke dalam botol, berulangkali. Sampai tak terasa ia sudah sangat lelah untuk mencari dan memasukkan batu ke dalam botol. Ternyata batu yang dimasukkan Si Rajawali sudah mampu mendorong ketinggian air yang hampir keluar ke permukaan.
Tanpa menunggu waktu yang lebih lama lagi, maka Si Rajawali segera meminum air dari dalam botol. Ya, dia sangat senang dan bahagia sebab kini hausnya telah terobati. Air di dalam botol tak lagi tersisa di dalamnya, hanya ada batu-batu kecil yang sempat ia masukkan beberapa waktu yang lalu.
Setelah Si Rajawali bersiap untuk kembali terbang ke udara. Harus kuakui jika ia memang cerdik untuk memecahkan masalahnya sendiri. Ya, hari ini sudah melihat keajaiban dari Si Rajawali yang Cerdik.

Ia sudah pergi dan aku juga akan pergi. Harus kuberitakan kepada semua hewan yang ada di dalam hutan. Mereka juga pasti akan memiliki rasa kagum yang sama sepertiku. Aku pergi.

***
Selesai

Pesan moral yang dapat diambil dari kisah ini adalah kita tidak boleh menyerah dengan keadaan yang kita hadapi. Meski sulit tapi di sana pula Tuhan membiarkanmu untuk mencari cara untuk menyelesaikannya. Kemudian bersiaplah menjadi seorang pemenang.

Desiana P

Belum ada Komentar untuk "Kisah Rajawali Cerdik yang Tak Terkalahkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel