Kisah Nabi Adam yang Kembali Bertemu Hawa dan Bangsa Iblis

Kisah Nabi Adam. Makhluk Istimewa—Terdengarlah sebuah kabar dari sisi Allah SWT di tengah-tengah perkumpulan seluruh malaikat dan iblis. Dimana Allah SWT akan menciptakan manusia untuk pertama kalinya. Ialah Adam yang kelak anak cucu keturunannya akan dijadikan khalifah-khalifah di muka bumi.
Kisah Nabi Adam yang Kembali Bertemu Hawa dan Bangsa Iblis

Sebelumnya terdapat keraguan yang datang dari bangsa malaikat, mereka meragukan kemampuan manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi. Hal itu terjadi karena manusia hampir serupa dengan para jin, dimana sebelumnya mereka hanya melakukan kerusakan dan pertumpahan darah dimana-mana. Bangsa malaikat juga merasa jika bangsanya sendiri yang patut dijadikan sebagai khalifah di muka bumi. Dimana bangsa malaikat adalah golongan makhluk yang paling patuh dan rajin beribadah kepada Allah SWT.

Kemudian dengan segera disaksikan penciptaan makhluk bernama manusia itu, langsung dari Allah SWT tanpa perantara sebelumnya. Maka jadilah manusia yang istimewa itu.

Allah SWT kemudian membuktikan kepada bangsa malaikat tentang kemampuan manusia yang diberi kesempurnaan lebih baik dari makhluk lainnya. Ya, akhirnya bangsa malaikat percaya bahwa manusia adalah makhluk istimewa. Hal itu terjadi karena manusia bisa menyebutkan apa saja, tentang benda atau apa saja yang diuji coba kepadanya. Sedangkan bangsa malaikat tidak dapat melakukannya dengan baik.

***

Allah SWT meminta kepada bangsa malaikat dan iblis untuk bersujud kepada makhluk istimewa itu. Namanya ialah Adam, manusia pertama yang Allah SWT ciptakan. Maka dengan segera bangsa malaikat melakukan perintah dari Allah SWT tanpa sedikitpun keraguan.

Akan tetapi bangsa iblis tidak melakukannya, kemudian bangsa iblis meminta kesempatan untuk bisa menyampaikan pendapat dari bangsanya sendiri. Bangsa iblis merasa tidak layak untuk bersujud pada Adam, dimana ia adalah makhluk baru jika dibandingkan dengan para bangsa iblis yang telah lama diciptakan.

Apalagi proses penciptaan bangsa iblis dan Adam sungguh berbeda, dimana iblis diciptakan dari api dan Adam diciptakan dari tanah. Maka jadilah bangsa iblis membangkang di hadapan Allah SWT, karena tidak mau bersujud kepada Adam, ciptaan-Nya. Kemudian Allah SWT telah menjanjikan, jika kelak bangsa iblis akan kekal di dalam neraka.

Kemudian bangsa iblis menerima hal itu, namun dengan mengajukan beberapa syarat kepada Allah SWT. Bangsa iblis meminta dipanjangkan usianya sampai hari kiamat tiba, lalu akan menggoyahkan iman Adam dan seluruh keturunannya untuk bisa mengikuti godaan si iblis, supaya bangsa iblis memiliki kawan dan pengikut kelak di hari kiamat di dalam neraka. Permintaan itu diajukan sebagai salah satu bentuk balas dendam bangsa iblis kepada Adam dan keturunannya nanti.

Setelah bangsa iblis selesai dengan permintaannya, maka Allah SWT mengabulkan permintaan bangsa iblis. Dimana bangsa iblis dapat melakukan apa saja perihal keinginannya untuk menggoyahkan iman Adam dan seluruh keturunannya sampai hari kiamat tiba.

***

Setelah kejadian itu, maka iblis dengan sangat leluasa dapat keluar dan masuk ke dalam surga. Tentu saja untuk berusaha menggoyahkan hati Adam yang tinggal di dalam surga seorang diri. Akan tetapi Nabi Adam selalu meminta perlindungan kepada Allah SWT, sehingga belum pernah sekalipun bangsa iblis mampu menaklukan imannya.

Namun bukanlah iblis namanya jika ia cepat mengalah untuk mencapai maksudnya. Ya, lagi dan lagi nabi Adam diberikan isyarat, godaan dan sebagainya supaya menentang perintah Allah SWT. Namun lagi dan lagi, bangsa iblis harus merasakan kecewa dan mereka akan kembali mencoba di lain waktu.

***

Dapatkah bangsa iblis menggoda keimanan nabi Adam? Akankah imannya tergoyahkan dan mengikuti ajakan dan bujuk rayu bangsa iblis?

***

Bersama Hawa


Nabi Adam tinggal seorang diri, ia tidak memiliki seorang teman untuk bicara dan berbagi banyak hal. Meskipun sesekali Allah SWT mengizinkan Nabi Adam untuk berinteraksi dengan para malaikat di tengah ibadahnya. Kemudian untuk sekilas dapat menghilangkan rasa kesepian yang dialaminya.

Di waktu yang lain ia hanya membutuhkan seorang teman, seseorang yang persis seperti dirinya. Yakni seorang manusia yang lainnya. Akan tetapi tidak pernah diutarakan kepada Allah SWT secara langsung.

Allah SWT telah mengetahui segalanya, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Ya, Allah SWT telah mengetahui keresahan Nabi Adam. Kemudian ketika Nabi Adam sedang tertidur maka Allah SWT mengambil satu tulang rusuk sebelah kirinya, yakni sebagai bahan untuk penciptaan selanjutnya.

Kemudian Allah SWT menciptakan satu lagi manusia, ialah seorang perempuan yang bernama Hawa. Tentu saja sebagai teman bagi Adam yang kini masih terlelap dalam tidurnya.

Adam dan Hawa diizinkan Allah SWT untuk tinggal bersama di dalam surga. Ya, sebuah tempat yang terlalu indah dan membahagiakan bagi penghuninya. Adam dan Hawa dengan bebas dapat mencicipi apa saja di dalam surga. Hal itu yang membuat Adam dan Hawa tidak perlu mencari segala kebutuhan hidupnya. Ya, semuanya sudah tercukupi tanpa rasa takut lapar dan haus.

Akan tetapi dari semua keindahan dan kebahagiaan hidup di dalam surga, Allah SWT mengajukan satu persyaratan kepada mereka berdua, dimana mereka dilarang untuk mendekati sebuah pohon terlarang yang tumbuh di dalam surga. Maka Adam dan Hawa memahami dan menerima larangan yang diberikan Allah SWT kepada mereka berdua. Bahwa dengan melanggar perintah Allah SWT berarti telah melakukan dosa besar, mungkin saja mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatan melanggar tersebut.

Suatu waktu Adam dan Hawa bertemu para Malaikat, mereka menanyakan pada Adam siapa orang yang berada di sisinya. Kemudian Adam menjelaskan bahwa Hawa adalah teman yang diciptakan Allah SWT untuknya, tak lain supaya Adam dan Hawa semakin rajin dalam beribadah kepada Allah SWT.

***

Kebahagiaan Adam dan Hawa tentu saja tidak disukai oleh bangsa iblis. Mereka masih menyimpan rasa benci dan dendam pada makhluk yang bernama manusia. Sehingga mereka sedang mencari cara untuk membuat Adam dan Hawa tergoda dengan bujukan kesesatan, dimana supaya mereka berdua menjadi hamba yang menentang perintah Allah SWT.

Kemudian iblis telah mengabarkan perihal pohon terlarang yang berada di dalam surga. Hal itu terdengar oleh iblis yang berada tak jauh dari jangkauan Adam dan Hawa.

Dengan demikian bangsa iblis akan fokus pada pohon terlarang, supaya Adam dan Hawa sejenak melupakan perintah Allah SWT.

Pada suatu hari tibalah saatnya bagi bangsa iblis untuk melancarkan rencananya pada Adam dan Hawa. Kali ini mereka tidak akan kembali mengalami kegagalan yang sama seperti sebelumnya. Mereka yakin jika rencana mereka untuk kembali menggoyahkan iman Adam dan menggoda Hawa adalah cara yang paling tepat.

Ya, menggoyahkan iman Adam, Hawa dan semua keturunannya adalah tugas bagi bangsa iblis setelah mereka berlaku ingkar kepada Allah SWT. Hal itu pula yang menjadikan seluruh pikiran dan tujuan hidup bangsa iblis telah dipenuhi dengan kesesatan dan tidak ada sedikitpun rasa untuk kembali menjadi makhluk yang benar. Lurus dalam ajaran Allah SWT menjadi hal yang mustahil untuk mereka lakukan.

***

Turun Ke Bumi


Bangsa iblis sudah berada di dekat Hawa. Ya, mereka para bangsa iblis akan membujuknya supaya mau mengambil buah terlarang. Kemudian kali ini godaan itu berhasil, dimana Hawa menghampiri Adam supaya mau mengambil buah terlarang itu untuknya.

Pada awalnya Adam menolak dengan alasan bahwa Allah SWT sudah melarang mereka untuk mendekati, bahkan mengambil buah terlarang. Namun pada akhirnya Adam bersedia mengambilkan buah terlarang untuk Hawa. Maka tertawalah bangsa iblis bersama seluruh kawan-kawannya. Mereka akhirnya bisa menaklukkan iman seorang Adam dan Hawa, sepasang manusia yang istimewa.

Tak lama kemudian Allah SWT mengetahui bahwa Adam dan Hawa telah melanggar perintah-Nya. Maka sebagai konsekuensinya, Adam dan Hawa harus bersedia keluar dari dalam surga dan atas kuasa-Nya Allah SWT akan menurunkan mereka berdua ke bumi.

Di tengah kerisauan Adam dan Hawa yang telah berbuat dosa kepada Allah SWT, maka mereka berdua diturunkan ke bumi di belahan bumi yang berbeda. Ya, Adam dan Hawa terpisah.
Sepanjang hari dan bahkan tahun, Adam dan Hawa terus meminta ampun kepada Allah SWT atas dosa yang telah mereka lakukan. Ya, mereka terus melakukannya tanpa sedikitpun rasa lelah, Adam dan Hawa yakin jika Allah SWT mendengar doa dan tangis mereka dari bumi.

Ditengah usaha mereka untuk mendapatkan ampunan Allah SWT, maka Adam dan Hawa juga saling mencari satu sama lain. Ya, seperti telah ada satu ikatan dari keduanya, sehingga mereka merasa berat untuk melepaskan dan melupakan satu sama lain.

Adam dan Hawa terus berjalan menyusuri bagian bumi dengan lantunan doa kepada Allah SWT. Dari tahun ke tahun mereka lalui, akan tetapi Allah SWT belum berkehendak untuk mempertemukan mereka berdua. Namun tak sekalipun Adam dan Hawa memupus harapan akan bertemu kembali. Mereka juga bertaubat atas segala dosa dan kesalahan akibat tergoda oleh bujukan iblis yang licik.

***

Pada suatu hari yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, di sebuah tanah yang cukup tinggi dan kering. Dimana hanya terlihat bebatuan dan udara yang panas, maka Allah SWT kembali mempertemukan Adam dan Hawa kembali.

Ya, mereka kembali dipertemukan pada suatu bukit. Tentu saja itu adalah hal yang membahagiakan karena akhirnya Allah SWT mengabulkan doa-doa yang selama ini dipanjatkan.

Adam dan Hawa berkali-kali mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Tak ada yang bisa berkehendak untuk menentukan takdir kecuali Dia. Kemudian di tengah kebahagiaan Adam dan Hawa, mereka memulai kehidupan baru dengan membuat tempat untuk berteduh terlebih dahulu. Kemudian Adam dan Hawa mencoba untuk memanfaatkan segala sesuatu yang mereka temukan di sekitarnya. Tak hanya itu, Allah SWT telah memberikan kemampuan kepada Adam dan Hawa untuk bercocok tanam, berternak dan berburu.

Tak hanya itu, Allah SWT juga memberikan kemampuan kepada Adam dan Hawa untuk mengetahui adab, tatakrama dan mengetahui segala sesuatu yang belum pernah diketahui sebelumnya. Bahkan tidak diketahui oleh para malaikat tentang kemampuan yang dimiliki manusia di muka bumi.

***

Diceritakanlah jika Adam dan Hawa menjadi manusia pertama di muka bumi. Selang beberapa waktu kemudian mereka mendapatkan kabar bahwa akan diberikan keturunan. Sehingga dimulailah peradaban manusia di muka bumi. Dari sanalah lahir para khalifah-khalifah bumi yang terkenal sepanjang masa.
***
Selesai

Pesan yang dapat diambil dari kisah ini, kita harus berusaha untuk melakukan segala perintah dan menjauhkan diri dari segala larangan yang diberikan Allah SWT. Selalu ada harga yang harus dibayar, atas apa yang kita lakukan. Dan pastilah bukan harga yang murah.

Desiana P

Belum ada Komentar untuk "Kisah Nabi Adam yang Kembali Bertemu Hawa dan Bangsa Iblis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel