Kisah Nabi Ayyub AS yang Sabar dalam Cobaan seorang Nabi yang dipilih Allah SWT

Nabi Ayyub AS—Kembali diriwayatkan dalam sebuah kisah tentang utusan Allah SWT yang terkenal dengan kesabaran yang luar biasa. Sejarah islam telah mengakui sikap terpujinya dan bahkan telah sejak lama diabadikan di dalam Al Quran. Kenapa demikian? Supaya setiap umat manusia dapat mengambil banyak pelajaran atas apa yang pernah terjadi di masa lalu.
Kisah Nabi Ayyub AS yang Sabar dalam Cobaan

Namanya Ayyub AS, seorang Nabi yang dipilih Allah SWT. Ia termasuk ke dalam nama salah satu nabi dan rasul yang wajib diketahui umat islam di seluruh dunia. Nabi Ayyub AS identik dengan Nabi paling sabar yang pernah Allah SWT hadirkan di bumi manusia.

***

Apabila dilihat dari silsilah keturunan. Maka Nabi Ayyub AS masih  berasal dari keturunan nabi-nabi sebelumnya. Dimana ia masih sampai pada nasabnya Nabi Ibrahim AS. Dijelaskan dalam Al-Quran bahwa Nabi Ibrahim memiliki keturunan nabi-nabi selanjutnya. Ialah Nabi Dawud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Ayyub AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS.

Dijelaskan kembali jika keturunan para nabi-nabi di masa selanjutnya sebagai balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Ya, itulah janji Allah SWT kepada umatnya di masa lalu dan tidak menutup kemungkina jika hal itu juga terjadi pada masa kini.

Allah SWT memberikan kebahagiaan hidup duniawi yang berkecukupan kepada Nabi Ayyub AS. Dimana ia memiliki istri dan keturunan yang baik juga beriman kepada Allah SWT. Tak hanya itu, Nabi Ayyub AS memiliki banyak ternak, ladang yang luas dan beberapa budak di masanya. Sehingga Nabi Ayyub AS terkenal dan memiliki banyak kawan juga saudara dari kalangan yang berbeda-beda.
Semua karunia tersebut tidak lepas dari ketaatan Nabi Ayyub AS kepada Allah SWT. Ia tidak berhenti beribadah dan berdzikir setiap waktu, baik siang hari maupun malam hari. Tentu saja ia tidak lupa untuk bersyukur atas apa yang dititipkan oleh Allah SWT, ia juga menyadari jika semua hal yang dimilikinya adalah titipan Allah SWT yang suatu waktu dapat bertambah atau hilang sekalipun. Tak ada yang dapat menyangkal kuasa-Nya sedikitpun. Maka Nabi Ayyub AS mengurusi dan menjaga semua titipan amanah yang sudah diberikan Allah SWT kepadanya. Dengan tidak melupakan sedekah dan tetap bersikap ramah kepada semua orang yang ditemuinya dimanapun ia berada.

***

Kemudian Allah SWT selalu berfirman di dalam Al Quran, bahwa ia memberikan ujian kepada setiap hamba yang dicintainya. Ya, semua itu untuk menguji sejauh mana ketaatan seorang hamba ketika ditimpa kesulitan dan rasa kesempitan di dalam hidupnya.

Maka Allah SWT juga akan memberikan sebuah ujian besar yang kelak akan diberikan kepada Nabi Ayyub AS. Sebuah ujian hidup yang mungkin saja tidak dapat dilalui oleh orang-orang biasa. Sebab hanya rasa putus asalah yang akan dirasakan oleh orang-orang awam jika mengalaminya.
Ya, ujian yang Allah SWT berikan tersebut menjadi awal kesabaran luar biasa yang dimiliki oleh seorang nabi, bernama Nabi Ayyub AS. Sebuah gelar yang sampai detik ini masih diabadikan oleh umat islam di seluruh dunia, diajarkan dan disampaikan secara turun temurun. Menjelaskan jika umat islam memiliki seorang nabi yang paling sabar, ialah Nabi Ayyub AS.

Seperti apakah kesabaran yang ditunjukkan Nabi Ayyub AS? Kemudian bagaimana Allah SWT mengawali dan menghilangkan ujian hidup seorang Nabi Ayyub AS?

***

Hadirnya Cobaan—Allah SWT hendak memberikan sebuah ujian kepada nabi Ayyub AS. Allah SWT telah berfirman jika seorang hamba yang ridha akan ujian yang menimpanya. Maka akan bertambahlah kebaikan kepada hamba tersebut, kemudian apabila seorang hamba tidak bersyukur atas cobaan dan musibah yang menimpanya. Maka Allah SWT tidak segan untuk memberikan murka-Nya yang tidak bisa dibayangkan sebelumnya.

Cobaan dan ujian pertama yang Allah SWT berikan kepada Nabi Ayyub AS adalah habisnya hewan ternak dan seluruh ladangnya habis terbakar. Semua orang yang menyaksikan kejadian itu sangat panik dan berteriak. Tapi hal itu tidak bagi Nabi Ayyub AS. Kejadian itu tidak membuat Nabi Ayyub AS bersedih, ia tetap berprasangka baik kepada Allah SWT, baginya tibalah waktu diambilnya kembali amanah yang sempat dititipkan kepadanya selama ini, selanjutnya Nabi Ayyub AS tetap beribadah dan berdzikir seperti biasa.

Kemudian kini rumah besarnya ambruk dan menimpa anak-anaknya, seketika mereka meninggal dunia. Kembali Nabi Ayyub AS tidak bersedih terlalu berlebihan, meskipun orang-orang di sekitarnya sangat berlebihan meratapi nasib keluarga Nabi Ayyub AS yang kini berkali-kali tertimpa musibah.

Di sisi lain, Nabi Ayyub AS kembali kepada ibadah dan dzikirnya kepada Allah SWT. Sekalipun ia tidak pernah menyesali keputusan Allah SWT yang sudah menggariskan takdir kepadanya. Ia kembali kepada Allah SWT.

Ujian yang datang kepada Nabi Ayyub AS ternyata belum selesai. Kembali ia mendapatkan satu ujian, dimana tubuh Nabi Ayyub AS menjadi gatal dan bahkan gatal tersebut tidak bisa berhenti. Sehingga ia terus menggaruk-garuk seluruh tubuhnya dan tidak terasa meninggalkan bekas garukan yang berdarah.

Hari demi hari Nabi Ayyub AS menjalani kehidupan dengan sulit, dimana ia tidak bisa menyembuhkan sakit kulitnya sendiri, akan tetapi sekalipun Nabi Ayyub AS tidak menyerah dan berputus asa atas keadaannya saat ini.

Lagi dan lagi Nabi Ayyub AS tetap berprasangka baik kepada Allah SWT juga bersabar atas keadaannya saat ini. Tak hanya itu ia tetap pada dzikirnya setiap hari, beribadah kepadanya tanpa sedikitpun berkurang namun semakin bertambah.

Hari demi hari semakin sulit untuk dijalani, perlahan satu persatu istrinya mulai meninggalkan Nabi Ayyub AS. Mereka tidak ingin lagi mengurusi seorang suami yang memiliki penyakit kulit aneh sepertinya. Kemudian tinggallah seorang istri yang setia untuk tetap mendampingi Nabi Ayyub AS, memenuhi semua keperluannya seperti saat ia masih dalam keadaan yang sehat.

Allah SWT menghendaki semua orang yang dahulu begitu peduli dan berkawan dengan Nabi Ayyub AS, kini menjauh secara perlahan dan meninggalkan Nabi Ayyub AS yang sedang ditimpa ujian sakit semakin parah. Ya, kini penyakit Nabi Ayyub AS semakin parah dan bahkan kulitnya tak lagi semulus dahulu.

Ya, terdapat banyak bercak, darah dan nanah di sekujur tubuhnya. Kemudian perlahan menimbulkan bau yang kurang sedap karena kulitnya perlahan membusuk. Secara perlahan pula bau yang mulai menyebar tersebut mengundang kehadiran manusia dan hewan.

Dimana semua orang mulai membenci Nabi Ayyub AS yang dianggap akan menyebarkan penyakit ke seluruh penduduk. Kemudian mengundang hewan-hewan seperti belatung kecil, ya tubuh Nabi Ayyub AS perlahan digerogoti belatung-belatung yang menikmati kulit di tubuhnya.

Sehingga di dalam sebuah riwayat diceritakan jika pada akhirnya Nabi Ayyub AS dan istrinya tinggal di dalam sebuah gua. Ya, tempat itu dirasa aman untuk melindungi Nabi Ayyub AS dari semua orang yang ingin berbuat jahat kepadanya.

Namun ia tidak pernah takut sebab ia memiliki Allah SWT sebagai tempat terbaik untuk berlindung dari segala bahaya. Kemudian ia tetap bersama sang istri yang setia menemaninya dalam keadaan sulit sekalipun.

***

Bagaimana kehidupan Nabi Ayyub AS bersama dengan penyakitnya itu? Akankah ia tetap sabar menghadapinya?

***

Datangnya Kesembuhan—Allah SWT tak lantas membuat hambanya berada di dalam kesulitan yang  tak dapat dijangkau oleh hambanya sendiri. Ya, Allah SWT sudah mengukur ujian dan cobaan itu dengan kadar kemampuan setiap hambanya.

Allah SWT tidak membiarkan penyakit itu menyentuh lisan Nabi Ayyub AS yang sering dipakai untuk berdzikir dan beribadah kepada Allah SWT. Kemudian tak sampai ke dalam hatinya, sebab Nabi Ayyub AS pergunakan untuk selalu mengingat Allah SWT.

Nabi Ayyub AS tetap pada ibadahnya kepada Allah SWT. Tak sekalipun juga Nabi Ayyub AS membunuh satupun belatung yang ada di dalam tubuhnya sendiri. Ia selalu beralasan bahwa ia tidak akan mungkin melakukan sebuah tindakan keji dengan membunuh hewan tak bersalah.
Kemudian pada suatu hari sang istri menyadari jika tidak ada lagi makanan yang bisa diberikan kepada suaminya. Upah bekerja yang ia dapatkan memang sangat murah dan kecil jumlahnya, sehingga hanya cukup untuk sedikit makanan setiap harinya.

Dengan berat hati ia pamit kepada suaminya, Nabi Ayyub AS. Kemudian sang istri pergi ke pasar. Kemudian ketika telah sampai di pasar sang istri dengan terpaksa menjual rambutnya yang panjang itu. Sehingga uang hasil penjualannya bisa membeli beberapa makanan. Hal tersebut diketahui oleh Nabi Ayyub AS. Tentu saja ia tidak setuju dengan tindakan istrinya yang harus menjual rambutnya sendiri demi makanan untuk mereka berdua.

Kemudian di dalam sebuah riwayat Nabi Ayyub AS berjanji, jika suatu hari Allah SWT memberikan kesembuhan kepadanya maka ia akan mencambuk istrinya sebanyak 100 kali.

***

Diceritakan kembali jika pada suatu hari istri Nabi Ayyub AS bicara tentang kenabian suaminya sendiri. Ia mengajukan pertanyaan bagaimana jika Nabi Ayyub AS meminta kesembuhan kepada Allah SWT. Nabi Ayyub AS dekat dengan tuhannya sendiri, tentulah mudah baginya untuk meminta apa saja.

Akan tetapi dengan bijaksana, Nabi Ayyub AS berkata jika ia merasa malu meminta kesembuhan kepada Allah SWT, sedangkan telah lama ia diberikan kesehatan dan kecukupan harta selama hidupnya di masa lalu. Kemudian Nabi Ayyub AS kembali kepada ibadahnya pada Allah SWT.
Akhirnya sang istri tak lagi menanyakan kepada suaminya perihal hal yang sama. Ia kembali pada kewajibannya untuk berbakti kepada suaminya sendiri, mencari sedikit nafkah untuk mencukupi kebutuhan mereka berdua.

***

Nabi Ayyub AS seringkali dibantu sang istri untuk memenuhi semua keperluannya, termasuk memapahnya untuk melakukan hajat ke kamar mandi. Ya, kemudian sang istri akan menunggunya sampai keperluan suaminya selesai. Begitulah setiap harinya tanpa sedikitpun rasa lelah dan putus asa.
Pada suatu hari sang istri seperti biasa mengantar kebutuhan suaminya. Kemudian Nabi Ayyub AS sendirian. Di sanalah Allah SWT mengirimkan wahyu kepada Nabi AS, yakni untuk menghentakkan kakinya ke tanah. Maka ketika Nabi Ayyub AS melakukannya, keluarlah air yang sangat deras dari dalam bumi kemudian Nabi Ayyub AS mandi dan sesekali meminum airnya.

Ternyata di sanalah tiba saatnya bagi Allah SWT menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub AS. Hilanglah seluruh penyakit yang sempat berada di dalam diri Nabi Ayyub AS kemudian ia kembali seperti sedia kala, bahkan lebih baik dari sebelumnya. Sehingga sang istri sampai tidak mengenali suaminya sendiri.

Sebuah riwayat menjelaskan bahwa Allah SWT mengembalikan keadaan seperti sedia kala. Dimana  Nabi Ayyub AS kembali sehat dan perlahan satu persatu kekayaan yang sempat hilang pun kembali dititipkan kepadanya.

Seperti janjinya dahulu ketika sakit, maka ia akan melaksanakan janji cambuk kepada istrinya. Namun Allah SWT telah memberikan isyarat berupa petunjuk kepada Nabi Ayyub AS. Yakni mengikat seratus batang lidi dan dicambukkan pada istrinya sebanyak satu kali saja. Sebab hal itu adalah sama dengan cambuk seratus kali.

***

Kesabaran nabi Ayyub AS bahkan telah diketahui oleh musuh manusia sekalipun, ialah iblis yang meminta kepada Allah SWT untuk menggoda Nabi Ayyub AS. Ya, Nabi Ayyub AS telah melewati ujian demi ujian dalam kesabaran.
***
Selesai
Pesan yang dapat diambil dari kisah ini adalah kesabaran dalam menghadapi musibah akan selalu berakhir bahagia. Jangan khawatir karena Allah SWT senantiasa berada bersama orang-orang yang bersabar.

Desiana P
CeritaRakyatPendek.com

Belum ada Komentar untuk "Kisah Nabi Ayyub AS yang Sabar dalam Cobaan seorang Nabi yang dipilih Allah SWT"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel