Kisah Nabi Khidir, Guru Perjalanan Nabi Musa AS

Petunjuk Bagi Nabi Musa---Utusan Allah SWT telah diterima di sisi kaumnya dari golongan Bani Israil, meski sebelumnya telah terjadi banyak penolakan.

Ialah Nabi Musa AS, dimana kaumnya dengan cara yang ditunjukkan Allah SWT bisa kembali kepada jalan Allah SWT. Namun meskipun sebelumnya ketika ia pergi untuk beberapa waktu, maka kaumnya kembali pada kebiasaan lamanya yakni menyembah berhala.

Akan tetapi kini ia bersama kaumnya dan tidak berniat untuk pergi jauh kemanapun. Maka Nabi Musa AS terus menyampaikan dakwah dan menyampaikan wahyu Allah SWT. Ya, kebanyakan kaumnya adalah orang-orang yang telah kembali untuk beriman.

Terkadang Nabi Musa AS mengadakan majlis-majlis ilmu di berbagai tempat pada waktu-waktu yang berbeda. Hal itu dilakukan supaya para kaumnya tetap bisa mengambil berbagai pengetahuan tentang tauhid secara berkesinambungan.
Kisah Nabi Khidir, Guru Perjalanan Nabi Musa AS
***
Diceritakanlah pada suatu hari Nabi Musa AS sedang melakukan sebuah perkumpulan di rumahnya sendiri. Di sana hadir orang-orang yang ingin mendengar wahyu Allah SWT yang sudah disampaikan kepada utusannya, Nabi Musa AS.

Pada awalnya perkumpulan tersebut berjalan seperti biasa. Semua orang yang hadir sangat takjub dengan kemampuan Nabi Musa AS dalam menjawab setiap pertanyaan. Kemudian ia juga dapat menyelesaikan segala macam masalah dan keingintahuan mereka tentang agama.

Kemudian seorang hadirin mengungkapkan sungguh Allah SWT telah memberikan kepada Musa ilmu yang banyak. Sehingga tak ada yang sekalipun meragukan kemampuannya. Betul saja, semua orang setuju dengan pernyataan tersebut.

Nabi Musa AS mendengarnya dan mengungkapkan bahwa maha besar Allah SWT yang sudah memberinya pengetahuan selama ini. Lalu semua orang bersyukur atas keadaan tersebut.

Kemudian seorang lagi bertanya tentang siapakah yang paling pandai di muka bumi ini? Maka Nabi Musa AS menjawab bahwa dirinyalah orang yang paling pandai.

Mendengar jawaban itu, semua orang kembali mengucap syukur kepada Allah SWT. Akan tetapi Nabi Musa AS sendiri tidak berucap syukur kepada Allah SWT seperti yang lain. Maka Allah SWT hendak menegur sikap tercelanya itu.

Beberapa saat kemudian semua orang yang hadir merasa aneh dan terkejut melihat Nabi Musa AS. Ia terlihat gemetaran tubuhnya dan menundukkan kepalanya untuk waktu yang cukup lama. Tak ada yang mengetahuinya, semua orang hanya melihat Nabi Musa AS dengan heran dan penuh tanya.

Beberapa saat kemudian, Nabi Musa AS seolah sadar dengan dirinya sendiri. Bahwa ia sedang di dalam rumah bersama saudara seimannya. Melihat keadaan tersebut maka salah satu dari mereka berpendapat.

Mereka menanyakan keadaan Nabi Musa AS yang tiba-tiba bergetar aneh seperti tadi. Kemudian Nabi Musa AS menjelaskan jika ia baru saja mendapat wahyu dari Allah SWT.

Semua orang yang hadir merasa terkejut dengan apa yang baru saja disampaikan oleh Nabi Musa AS.Ya, Nabi Musa AS mendapatkan sebuah wahyu yang berisi perintah dari Allah SWT. Dimana Nabi Musa AS akan mengadakan sebuah perjalanan. Ia harus menemui seseorang bijaksana yang berada di antara pertemuan dua lautan.

Semua orang merasa bingung dengan penjelasan Nabi Musa AS. Namun mereka memahami jika Nabi Musa AS akan melakukan sebuah perjalanan jauh.
***
Allah SWT menegurnya dengan mencela jawaban Nabi Musa AS kepada kaum Bani Israil. Dimana Allah SWT memiliki seorang hamba yang paling pandai di bumi. Hamba tersebut bukanlah Nabi Musa AS melainkan orang lain.

Kemudian Nabi Musa AS meminta petunjuk kepada Allah SWT supaya dapat menemukan hamba tersebut. Ia ingin mengetahui siapa hamba tersebut. Maka Allah SWT membantunya, dimana Nabi Musa AS harus membawa seekor ikan yang dimasukkan ke dalam suatu wadah. Kemudian saat ikan itu keluar dan menghilang, maka di sanalah hamba Allah SWT itu berada.

Nabi Musa AS akan segera melakukan perjalanan setelah mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Ia akan ditemani oleh seorang pelayan selama di perjalanan, dimana pelayan tersebut akan membantu memenuhi semua keperluannya dalam perjalanan.

Kemudian Nabi Musa AS mulai melakukan perjalanan, dimana pelayannya membawa ikan yang disimpan dalam sebuah wadah. Lalu tak lupa perbekalan yang cukup untuk di perjalanan.

Kini Nabi Musa AS meninggalkan Bani Israil dengan harapan segera bertemu hamba Allah SWT. Tentu saja ia akan belajar dari hamba tersebut dengan keridhaan hamba itu. Semoga Nabi Musa AS segera menemukan tujuannya.

Dapatkah Nabi Musa AS menemukan hamba tersebut?
***
Bertemu Nabi Khidir---Kini Nabi Musa AS bersama pelayannya telah berjalan sangat jauh dari Bani Israil. Mereka merasa kelelahan dan berniat untuk beristirahat sejenak.

Nabi Musa AS berhenti di sebuah batu besar dimana terdapat batu di atasnya, seperti sebuah kanopi. Mereka memutuskan untuk istirahat di sana.

Setelah sang pelayan meletakkan bekal dan ikan yang berada di dalam wadah, maka Nabi Musa AS berpesan kepada pelayannya untuk membangunkannya nanti. Lalu sang pelayan menyanggupinya, sebab ia merasa tidak mengantuk dan tidak akan tidur.

Nabi Musa AS akhirnya tertidur pulas, tentu saja ia sangat kelelahan karena perjalanan yang dilaluinya sangatlah jauh. Sedangkan sang pelayan hanya termangu menunggu Tuannya.

Waktu semakin larut dan sepi, hanya ada suara-suara malam. Tak lupa suara sang pelayan yang menguap berkali-kali. Rupanya ia pun mengantuk dan rasanya harus tidur untuk melepas lelah.

Sebelum ia benar-benar tidur, antara sadar dan tidak ia melihat ikan yang dibawanya melompat dan seolah berjalan sendiri. Kemudian ikan itu menceburkan diri ke dalam air laut.

Sang pelayan hanya termangu melihat kejadian tersebut, ia lupa untuk membangunkan Tuannya dan memberitahukan apa yang dilihatnya. Kini, ia tertidur pulas sebab rasa kantuk yang berat menyerangnya.

Kini sang pelayan pun tertidur pulas bersama Tuannya Nabi Musa AS.
***
Keesokan paginya Nabi Musa AS bersama pelayannya kembali melanjutkan perjalanannya. Sang pelayan lupa untuk menyampaikan kejadian yan semalam dilihatnya.

Mereka terus berjalan semakin jauh untuk satu tujuan. Yakni menemukan hamba Allah SWT itu, seolah rasa lelah Nabi Musa AS terkalahkan oleh rasa penasarannya untuk bertemu dengan hamba itu.

Kemudian di salah satu tempat di bawah rindangnya pohon, Nabi Musa AS dan pelayannya memutuskan untuk beristirahat.

Lalu Nabi Musa AS meminta kepada pelayannya untuk diambilkan bekal makanannya. Ya, mereka akan makan bersama-sama. Rasanya rasa lapar memang harus mereka tuntaskan saat itu juga.

Mereka menikmati bekal yang disantapnya dengan tenang dan tanpa suara. Kemudian mereka berdua mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas nikmatnya pada makanan mereka.

Lalu tiba-tiba sang pelayan meminta maaf kepada Tuannya, Nabi Musa AS. Berkali-kali ia meminta ampun atas kesalahan yang sudah dilakukannya.

Nabi Musa AS merasa bingung dengan pelayannya. Kemudian bertanya apa yang sudah dilakukannya. Maka sang pelayan menjawab bahwa ia sudah lupa tidak memberitahukan kepada Tuannya.

Maka tanpa banyak berbicara Nabi Musa AS mengajak pelayannya untuk kembali ke tempat istirahat tadi malam. Ya, di sanalah tempat yang mereka cari.

Nabi Musa AS kembali ke tempat semula, sungguh tanda itu benar adanya. Dimana ia akan segera bertemu hama Allah SWT itu.
Sesampainya mereka di tempat itu kembali.

Maka Nabi Musa AS dan pelayannya menemukan seorang lelaki tengah beristirahat dan tertutupi kain. Kemudian Nabi Musa AS mengucapkan salam kepadanya.

Tak berapa lama akhirnya lelaki itu terbangun dan bertanya tentang darimana asal suara salam itu. Kemudian Nabi Musa AS menjawabnya. Memperkenalkan dirinya kepada lelaki tersebut.

Kemudian lelaki tersebut mengucapkan bahwa dirinya adalah Khidir dan bertanya apakah orang yang menemuinya ini adalah Musa dari Bani Israil. Ternyata nama Nabi Musa AS telah dikenal jauh hari oleh Khidir.

Nabi Musa AS meminta kesediaan Nabi Khidir supaya ia bisa mengikuti perjalanan Nabi Khidir. Ia ingin belajar ilmu darinya. Namun Nabi Khidir menjawab bahwa Nabi Musa AS tidak akan cukup bersabar menghadapinya.

Akan tetapi Nabi Musa AS tetap meminta izin kepada Nabi Khidir. Akhirnya Nabi Khidir memberikan izin dengan satu syarat. Yakni tidak boleh bertanya tentang apapun selama di perjalanan nanti.

Maka Nabi Musa AS menyanggupi persyaratan tersebut. Kemudian Nabi Musa AS meminta pelayannya untuk segera kembali ke Bani Israil. Sekaligus mengabarkan bahwa ia sudah bertemu dengan tujuannya.
***
Sebuah Perjalanan--Nabi Musa AS dan Nabi Khidir kini bersama dalam sebuah perjalanan. Sekalipun Nabi Musa AS tidak mengetahui kemana arah tujuan Nabi Khidir. Mereka hanya terus berjalan menuju kejauhan.

Tibalah mereka pada satu pelabuhan, dimana mereka menemukan satu perahu yang akan menyeberangi lautan, kemudian Nabi Khidir meminta untuk menumpang. Ketika pengemudi perahu itu mengetahui bahwa dia adalah Khidir, maka ia membolehkan tanpa meminta upah perjalanan.

Kini mereka berdua sudah berada di atas perahu yang melaju perlahan. Kemudian Nabi Khidir berkata kepada Nabi Musa AS ketika melihat seekor burung minum satu sampai dua teguk air laut.

Nabi Khidir berkata bahwa perbandingan antara ilmu Allah SWT dengan Nabi Khidir dan Nabi Musa AS adalah seperti air laut yang diminum oleh burung tadi.

Kemudian sampailah mereka di tepian, seketika setelah semua orang sudah turun maka Nabi Khidir segera melubangi perahu itu dengan lubang yang sangat besar. Sehingga perlahan perahu itu tenggelam.

Nabi Musa AS merasa sangat aneh dengan perbuatan Nabi Khidir kemudian bertanya kepadanya. Nabi Khidir tidak menjawab, ia hanya mengingatkan tentang syarat sebelumnya. Maka Nabi Musa AS kembali diam.

Nabi khidir dan Nabi Musa AS melanjutkan perjalanan. Kemudian sampailah di tepi pantai dimana di sana terdapat banyak anak kecil yang tengah bermain. Lalu Nabi Khidir segera menarik rambut seorang anak kecil dan membunuh anak kecil tersebut.

Kini Nabi Musa AS tidak habis pikir dengan tindakan Nabi Khidir. Kemudian ia bertanya, namun lagi-lagi ia melupakan kesepakatan sebelumnya untuk tidak bertanya.

Mereka melanjutkan perjalanan menuju sebuah kota, kemudian sampailah di sebuah rumah yang dinding rumahnya hampir roboh kemudian Nabi Khidir segera memperbaikinya.

Kembali Nabi Musa AS merasa heran, mengapa Nabi Khidir harus memperbaikinya. Kemudian ia bertanya kepada Nabi Khidir.

Nabi Khidir menjawab untuk ketiga kalinya, jika Nabi Musa AS tidak akan cukup bersabar bersamanya.

Kemudian Nabi Khidir memutuskan untuk pergi sendiri tanpa ditemani Nabi Musa AS.
***
Pada sebuah hadits disampaikan jika Nabi Musa AS dapat lebih bersabar. Maka kita tentu akan mendapatkan cerita yang lebih banyak tentang Nabi Khidir, seorang hamba yang dicintai Allah SWT.

Diriwayatkan pula jika Nabi Khidir menjadi salah satu nabi yang Allah SWT berikan kepadanya usia yang panjang, hingga akhir kiamat.
***
Selesai

Pesan yang dapat diambil dari kisah ini adalah kita mesti bersikap rendah hati. Sebab hanya Allah SWT pemilik segalanya.

Desiana P
CeritaRakyatPendek.com

Belum ada Komentar untuk "Kisah Nabi Khidir, Guru Perjalanan Nabi Musa AS"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel