Kisah Nabi Luth dan Kehancuran Negeri Sadum yang tidak beriman

Nabi Luth AS

Sebuah kisah yang kembali diceritakan dari sebuah masa lalu. Ialah tentang utusan Allah SWT ke sebuah negeri yang selalu berbuat kerusakan, bernama negeri Sadum. Utusan itu bernama Nabi Luth AS, ia merupakan salah satu dari 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui oleh seluruh umat islam.

Nabi Luth AS masih berada di dalam keluarga besar nabi dan rasul sebelumnya. Ialah Nabi Ibrahim AS sebagai pamannya sendiri. Pada suatu hari Nabi Ibrahim AS dan Nabi Luth AS melakukan perjalanan dari palestina menuju mesir.

Kemudian ketika di perjalanan pulang, Nabi Luth AS meminta izin pergi kepada pamannya. Ternyata Allah SWT sudah memberi perintah kepada Nabi Luth AS untuk pergi ke sebuah negeri bernama Sadum. Sebuah negeri yang dekat dengan kawasan laut mati di Yordania.

Mengetahui izin Nabi Luth AS sebagai perintah Allah SWT, maka Nabi Ibrahim AS memberikan izin kepada Nabi Luth untuk pergi ke negeri tersebut. Kemudian mereka berdua berjalan terpisah satu sama lain, dimana Nabi Ibrahim AS kembali ke palestina sedangkan Nabi Luth AS menuju ke negeri Sadum.
Kisah Nabi Luth dan Kehancuran Negeri Sadum

Sesampainya di negeri tersebut, Nabi Luth AS tinggal di sana kemudian berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya di sana. Bahkan Nabi Luth AS menikah dengan salah satu perempuan negeri Sadum itu.

***

Sebenarnya Nabi Luth AS adalah orang asing yang kini telah menetap di sana dengan keluarga barunya kini. Ya, berkat jalan menikah itulah, kini seolah Nabi Luth AS dapat diterima di lingkungan sekitarnya. Meskipun ia harus meninggalkan rumah sang paman yang berada di palestina. Semua itu dilakukannya karena semata-mata melaksanakan perintah Allah SWT sebagai tugas untuk kenabian Nabi Luth AS itu sendiri.

Tak semata-mata Allah SWT mengutus seorang nabi dan rasul kepada satu kaum atau satu negeri. Melainkan ada satu atau banyak kesalahan-kesalahan yang perlu diperbaiki, salah satunya ialah tentang tauhid kepada Allah SWT.

Ternyata inilah yang terjadi di Sadum itu, tempat dimana Nabi Luth AS diutus Allah SWT. Sadum menjadi tempat yang sangat berbahaya pada masa itu, dimana kejahatan tersebar di seluruh penjuru, penyamun, berkhianat antara satu dengan yang lainnya.

Tak hanya itu mereka mengerjakan suatu perbuatan yang sangat keji. Bahkan perbuatan tersebut belum pernah dilakukan oleh kaum-kaum sebelumnya. Ialah menyukai sesama jenis antara laki-laki dengan laki-laki lainnya. Mereka saling menyukai layaknya seorang perempuan kepada laki-laki. Akan tetapi mereka mengingkari apa yang sudah seharusnya. Para laki-laki yang sudah beristri meninggalkan perempuannya, bahkan mereka yang belum beristri pun tidak memiliki keinginan dan tertarik kepada perempuan.

Hal itulah yang menjadi tugas utama Nabi Luth AS, mengembalikan apa yang sudah mereka sesatkan tentang akhlak dan ketauhidan kepada Allah SWT. Dimana mereka tidak bisa lagi membedakan mana benar dan mana salah. Hal itu pula yang semakin memperburuk keadaan yang ada di lingkungan kaum Sadum.

Maka dengan segera Allah SWT memerintahkan Nabi Luth AS untuk segera mengajak kembali kaum Sadum, supaya mereka mau kembali pada jalan yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT.

Selanjutnya Nabi Luth AS berdakwah kepada kaumnya sendiri, meskipun ia tahu jika akan banyak penolakan dan bahkan cemoohan yang akan ia terima. Seperti yang telah dialami oleh nabi dan rasul sebelumnya, akan banyak rintangan yang ada di depan mata, namun Allah SWT senantiasa akan membantu setiap hamba yang meminta perlindungan kepada-Nya.

***

Bagaimana perjuangan dakwah Nabi Luth AS untuk mengembalikan kaum Sadum? Apakah ia akan menyerah begitu saja?
***

Dakwah Di Negeri Sadum

Semakin hari penduduk kaum Sadum semakin menjadi-jadi. Mereka secara terang-terangan membuka praktek tersebut secara beramai-ramai, sehingga tak bisa lagi dikendalikan. Tidak hanya itu, kejahatan dan tindakan keji lainnya juga tidak luput dari jangkauan penduduk kaum Sadum.

Nabi Luth AS mulai mengajak para penduduk Sadum untuk beriman dan beribadah kepada Allah SWT serta menjauhkan diri dari perbuatan keji. Di dalam sebuah riwayat menyatakan jika Nabi Luth AS menjelaskan bahwa ia adalah seorang utusan Allah SWT, kemudian meminta setiap manusia untuk bertakwa kepada Allah SWT.

Pada awalnya mereka mendengarkan apa yang disampaikan oleh Nabi Luth AS, meskipun sudah ada yang menyatakan jika Luth bukan seorang utusan seperti yang Nabi Luth AS ungkapkan. Mereka menganggap jika Nabi Luth AS adalah orang asing yang mengajak berbagai kalangan kaum Sadum untuk mengikuti permintaannya.

Kemudian Nabi Luth AS menyampaikan bahwa Nia adalah manusia yang bertugas sebagai utusan tidak meminta sedikitpun upah kepada mereka, melainkan hanya Allah SWT yang akan membalasnya.

Nabi Luth AS juga menyampaikan bahwa penduduk kaum Sadum kebanyakan telah melampaui batasnya sendiri, dimana mereka mendatangi para laki-laki dan meninggalkan kaum perempuan dari kalangannya sendiri.

Mengetahui hal tersebut, maka penduduk Sadum tidak setuju ketika Nabi Luth AS melarang mereka untuk melakukan hal yang keji itu, menyukai sesama lelaki. Perlahan namun pasti, penduduk negeri Sadum menaruh kebencian kepada Nabi Luth AS, mereka meyakini jika apapun yang mereka lakukan adalah benar dan apapun yang disampaikan Nabi Luth AS adalah kesalahan yang besar.
Ajakan demi ajakan yang dilakukan oleh nabi Luth AS untuk meninggalkan perbuatan keji tersebut, berkali-kali pula dibantah oleh kaum Sadum. Bahkan mereka siap mencaci dan mencemoohnya dengan sombong kepada Nabi Luth AS.

Tentu saja hal tersebut adalah kesedihan yang mendalam bagi Nabi Luth AS, dimana tak ada yang mau beriman kepada Allah SWT dari mereka yang berlaku keji itu. Kegagalan demi kegagalan diterima Nabi Luth AS dengan sabar, ia selalu berdoa semoga kaumnya kembali pada jalan yang benar.

***

Tantangan yang diperoleh Nabi Luth AS untuk mengembalikan kaumnya pada jalan yang lurus itu memang sangat sulit. Apalagi istrinya sendiri pun memilih untuk kafir dan tidak mengikuti dakwah suaminya sendiri, ialah Nabi Luth AS.

Sang istri juga melancarkan aksinya dengan menjelekkan nama Nabi Luth AS di hadapan semua orang yang bertindak sama. Melihat keadaan itu, maka kaum Sadum semakin merasa dikuatkan oleh kehadiran istri Nabi Luth AS untuk tetap melanjutkan perbuatan keji itu.

Pengkhianatan istri Nabi Luth AS juga semakin memuncak ketika mereka melancarkan aksinya. Tak ada sedikitpun ruang untuk tidak mencemooh harga diri suaminya sendiri. semua itu hanya untuk sebuah kesenangan sesaat dalam keadaan yang merugikan.

Nabi Luth AS terus melancarkan dakwahnya, ia tidak ingin tindakan keji itu terus terjadi di dalam kaumnya. Namun apalah daya, mereka mengancam akan mengusir Nabi Nuh AS dan keluarganya yang beriman jika mengusik kegiatan mereka.

Akhirnya secara perlahan Nabi Luth AS dan keluarganya yang beriman menjauhi penduduk kaum Sadum. Mereka akan menunggu beberapa saat hingga keadaan mereda dan melanjutkan kembali dakwahnya.

***

Kehancuran


Tindakan keji dan tidak terpuji yang dilakukan terus menerus biasanya akan menghadirkan satu atau banyaknya peringatan. Baik berasal dari manusia atau langsung datang dari Allah SWT. Datang dengan wujud yang bermacam-macam, seperti rasa putus asa, diturunkannya berbagai macam penyakit dan banyaknya musibah.

Akan segera tiba sebuah kejadian yang tidak pernah bisa dibayangkan oleh manusia sebelumnya. Dimana bukan lagi kekuatan manusia yang ada di dalamnya, melainkan Allah SWT memerintahkan utusan-utusan terbaiknya untuk memberikan balasan atas sikap manusia yang melampaui batas itu.
Kaum Sadum masih melakukan perbuatan keji itu meski berkali-kali Nabi Luth AS menyampaikan dakwah dan saran kepada mereka. Akan tetapi sekalipun mereka tidak mendengarkan ajakan Nabi Luth AS, mereka menyangka jika kebenaran adalah hak atas mereka dan bahkan tidak ada lagi benar dan salah dalam  lingkungannya kini.

***

Diceritakanlah pada suatu hari Allah SWT mengutus tiga malaikat untuk turun ke bumi. Mereka berwujud sebagai manusia biasa yang kini hendak berkunjung ke palestina, yakni ke rumah Nabi Ibrahim AS. Tentu saja Nabi Ibrahim AS tidak mengetahui sebelumnya ketiga malaikat yang kini berubah wujudnya, namun Nabi Ibrahim AS dengan sangat sopan menjamu  tamunya dengan hidangan terbaiknya. Akan tetapi tak seorang pun mau menyantap sajian yang disuguhkan.

Malaikat langsung mengatakan bahwa mereka adalah malaikat yang diutus oleh Allah SWT, mereka diutus untuk memberikan kabar tentang kehamilan istrinya. Ya, ia akan dikaruniai seorang anak dari istrinya Siti Sarah. Anak tersebut ialah Ishaq yang kelak akan menjadi Nabi selanjutnya yaitu Nabi Ishaq AS.

Mendengar kabar tersebut tentu saja Nabi Ibrahim AS sangat bahagia. Akan tetapi maksud kedatangan malaikat itu juga sekaligus memberi kabar kepada Nabi Ibrahim AS. Mereka diutus oleh Allah SWT untuk menurunkan adzab-Nya ke negeri Sadum, mereka akan menghancurkannya tanpa sedikitpun menyisakan tindakan yang keji.

Terkejutlah Nabi Ibrahim AS kemudian segera menyatakan jika Nabi Luth AS juga berada di negeri Sadum. Malaikat menjawab jika Nabi Luth AS dan orang lain yang beriman akan dilindungi dari kerusakan yang akan terjadi, tepatnya sebelum pagi menjelang.

Setelah menyampaikan niatnya, maka ketiga malaikat itu segera pergi menuju negeri Sadum untuk melaksanakan tugasnya dengan segera.

***

Tibalah ketiga malaikat itu di rumah Nabi Luth AS dengan berwujud pria muda yang tampan dan rupawan. Seketika Nabi Luth AS mengkhawatirkan keadaan mereka, tentu saja akan mengundang kaumnya yang masih saja berbuat keji itu. Maka dengan sengaja kehadiran ketiga pemuda itu tidak diketahui oleh rakyatnya sendiri, hanya Nabi Luth AS dan istrinya.

Kemudian tanpa sepengetahuan Nabi Luth AS, sang istri telah menyelinap keluar rumah untuk memberitahukan kedatangan tamu rupawan ke rumahnya. Tiba-tiba saja riuh terdengar di luar rumah Nabi Luth AS, mereka adalah para laki-laki yang menginginkan para pemuda rupawan yang kini sedang menjadi  tamu Nabi Luth AS. Mereka berkumpul dan berdesakan di depan pintu rumah nabi Luth AS, mereka juga berteriak dengan suara yang keras supaya Nabi Luth AS mau memberikan tamu-tamunya itu.

Kemudian dengan segera nabi Luth AS menghalangi mereka supaya tidak bisa masuk dan mengeluarkan tamu-tamunya. Berkali-kali Nabi Luth AS berkata jika para pemuda itu adalah tamunya, bahkan ia meminta supaya kaumnya tidak mempermalukan Nabi Luth AS di hadapan para tamunya. Kemudian para pemuda itu berdiri dan menyampaikan jika mereka bukanlah manusia, melainkan malaikat yang diutus untuk menghancurkan negerinya, Sadum.

Mendengar hal tersebut tentu saja membuat Nabi Luth AS kaget dan tidak bisa berkata-kata untuk beberapa saat kemudian. Selanjutnya terdapat kaum Nabi Luth AS yang bisa masuk menemui Nabi Luth AS setelah berhasil mendobrak pintu rumah. Maka dengan segera orang itu kembali setelah salah satu malaikat membuat matanya menjadi buta, sehingga kaum Sadum itu berjalan sempoyongan.

Para malaikat menyampaikan jika Nabi Luth AS dan keluarganya yang beriman untuk meninggalkan kaum Sadum saat malam hari. Sebab Allah SWT akan menurunkan adzab kepada kaum tersebut pada pagi hari.

Kemudian berangkatlah Nabi Luth AS dan orang-orang yang beriman lainnya, kecuali istrinya sendiri. Ya, sang istri telah memilih kafir di jalan hidupnya kini dan bahkan Nabi Luth AS sendiri tidak dapat menolongnya.

***

Waktu pagi pun tiba, kemudian Allah SWT menurunkan adzabnya yang sangat pedih ke negeri Sadum. Dimana bumi bergoncang hebat, sampai tidak ada seorang pun yang bisa mengukur kuatnya goncangan itu. Seorang malaikat mencabut negeri itu dengan satu sayapnya yang sampai ke langit dan membaliknya. Kemudian mereka kaum Sadum dilempari batu-bat yang tajam dan panas bertubi-tubi.

Kini hilanglah negeri Sadum itu sebagai tanda bahwa perbuatan keji harus dimusnahkan dari muka bumi. Kemudian riwayatnya harus menjadi pelajaran yang sangat penting, dimana siksa dan ridha Allah SWT benar-benar hadir di tengah-tengah kehidupan manusia.

***
Selesai

Pesan yang dapat diperoleh dari kisah ini adalah kita sebagai manusia wajib mengikuti aturan yang sudah digariskan Allah SWT. Sebab di sanalah terdapat banyak kebaikan dan manfaat yang luar biasa. Kemudian menghindari semua larangannya adalah perintah yang harus dilaksanakan dengan baik.

Desiana P
CeritaRakyatPendek.com

Belum ada Komentar untuk "Kisah Nabi Luth dan Kehancuran Negeri Sadum yang tidak beriman"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel