Kisah Nabi Yunus dan Ikan Nun Raksasa

Kisah Nabi Yunus dan Ikan Nun Raksasa
Ikan Raksasa wikia.com

Kisah Nabi Yunus dan Ikan Nun Raksasa

Kaum Ninawa—Keberadaan manusia di muka bumi tentu saja akan sangat mudah dikenali antara satu dan lainnya, meskipun tidak seluruhnya terperinci. Nama suatu daerah atau kaum-kaum yang menghuni salah satu kawasan atau belahan bumi lainnya, akan membuat setiap orang mudah mengenali keberadaan dan kisah yang tersembunyi dari kaum tersebut.

Dalam islam, keberadaan sebuah kaum menjadi pertanda adanya kehidupan yang terjadi pada masa-masa kehidupan manusia, kemudian apabila di dalam kaum tersebut terjadi kerusakan akhlak dan keimanan kepada Allah SWT, maka pastilah akan ada satu atau lebih banyak utusan yang Allah SWT kirimkan dengan berbagai cara terbaiknya. Mereka memiliki tugas penting untuk mengembalikan keimanan suatu kaum dan kembali pada Allah SWT.

***

Sejarah islam telah mencatat satu lagi riwayat tentang satu kaum yang ada di muka bumi, kaum yang secara turun temurun telah ada dengan membawa ajaran-ajaran dari nenek moyangnya. Tersebutlah kaum itu bernama kaum Ninawa, sebuah kaum yang tinggal di Irak. Dimana penduduknya dikenal sebagai orang-orang Assyiria.

Kaum Ninawa adalah salah satu kaum yang terkenal, dimana mereka memegang teguh setiap pelajaran dan ajaran yang diberikan secara turun temurun. Tak hanya itu, mereka juga terkenal karena sikap keras kepala dan tidak mudah menerima berita atau hal-hal baru masuk ke dalam lingkungannya.

Mungkin saja kaum Ninawa bisa disebut sebagai salah satu kaum yang teguh pendirian. Akan tetapi, mereka menyimpang dan ingkar dari seruan Allah SWT. Setidaknya kaum Ninawa seperti kaum-kaum terdahulunya, mereka menyembah berhala sebagai Tuhan dan berbuat kerusakan di bumi. Apalagi tindak kejahatan semakin merajalela dimana-mana, menghalalkan segala cara supaya tercapai keinginan meskipun harus menyakiti orang lain di sekitarnya.

Keadaan kaum Ninawa yang semakin tidak baik dan semakin jauh dari jalan Allah SWT, maka Allah SWT akan mengutus seorang utusan pada kaum tersebut. Hal itu perlu dilakukan sebagai akibat dari apa yang mereka lakukan. Ya, mereka perlu diarahkan pada jalan yang benar dengan bagaimanapun caranya.

Seorang utusan tersebut masih ada di dalam garis keturunan nabi dan rasul sebelumnya. Ialah keturunan dari bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Utusan tersebut bernama Nabi Yunus AS, seorang putra dari Matta keturunan Benyamin juga utusan Allah SWT yang datang pada kaum Ninawa. Ia bertugas untuk mengembalikan kepercayaan kepada Allah SWT.

***

Dakwah Nabi Yunus

Kini tibalah Nabi Yunus AS di tengah-tengah kaum Ninawa, Irak. Ia akan melaksanakan kewajibannya yakni mengajak para kaum Ninawa untuk kembali beriman kepada Allah SWT.

Namun sejak kedatangan Nabi Yunus AS untuk pertamakalinya, tidak terdapat sambutan yang menyenangkan. Orang-orang nampak menaruh curiga kepadanya, mungkin saja mereka menyangka jika Nabi Yunus AS akan berbuat kejahatan kepada kaum mereka. Akan tetapi sejauh ini, tak ada yang berani menyentuh Nabi Yunus AS ataupun menyakitinya sekalipun karena keberadaannya.

***

Nabi Yunus AS mulai melakukan dakwahnya kepada orang-orang Ninawa dalam lingkup yang kecil terlebih dahulu. Kemudian hal tersebut tidak membuat mereka ikut pada ajakan Nabi Yunus AS, selanjutnya Nabi Yunus AS kembali berdakwah kepada orang-orang yang ditemuinya di perjalanan. Namun untuk kesekiankalinya, tak ada satupun yang mau mengikuti ajaran yang dibawanya.
Setelah sekian lama melakukan dakwah kepada kaum Ninawa, sebuah riwayat menceritakan bahwa pada mulanya Nabi Yunus AS hanya memiliki sangat sedikit pengikut. Hal itu dapat terjadi karena orang-orang kaum Ninawa menganggap jika Nabi Yunus AS bukan berasal dari golongannya atau keturunannya.

Ya, Nabi Yunus AS dianggap sebagai orang asing yang datang untuk meminta mereka kembali kepada Allah SWT. Sehingga tidak banyak orang yang mau mengikuti ajakan Nabi Yunus AS karena tidak sesuai dengan apa yang telah mereka ketahui dari ajaran nenek moyangnya.
Telah dikatakan sebelumnya, jika kaum Ninawa adalah kaum dengan pendirian yang sangat kuat sehingga tidak dapat digoyahkan dengan mudah.

Nabi Yunus AS telah berulangkali mengajak kaum Ninawa untuk kembali pada jalan Allah SWT. Namun lagi dan lagi mereka menolak dengan alasan yang sama. Tak ada yang merasa tergugah hatinya untuk bergerak pada ajakan Nabi Yunus AS, sebab ajaran Nabi Yunus AS adalah ajaran yang mereka anggap baru dan hal baru adalah sesuatu yang tidak dapat diterima di tengah-tengah kehidupan kaum Ninawa.

***

Nabi Yunus AS selalu berdoa kepada Allah SWT setelah ia melakukan dakwah kepada kaumnya sendiri. Ia hendak mengadukan keadaan kaumnya yang tidak mau beriman. Kemudian di sisi lain Allah SWT terus meminta kepadanya untuk tidak menyerah dan kembali melanjutkan misi dakwah kepada orang-orang Ninawa. Maka kembalilah Nabi Yunus AS untuk berdakwah kepada kaumnya yang keras kepala itu.

Pada sebuah riwayat diceritakan jika hanya terdapat dua orang saja yang mau menjadi pengikut Nabi Yunus AS. Mereka bernama Rubil yang memiliki sikap bijaksana dan Tanukh yang memiliki sikap  sederhana namun tenang.

Nabi Yunus AS merasa putus asa dengan jalan dakwahnya yang berliku. Maka ia berencana untuk pergi meninggalkan kaumnya sendiri. Ya, pada suatu hari Nabi Yunus AS berada di tengah-tengah kaum Ninawa. Ia berkata jika akan datang musibah dan azab jika kaum Ninawa tidak segera beriman kepada Allah SWT. Peringatan itu disampaikan Nabi Yunus AS tepat sebelum ia pergi.

Akan tetapi sekalipun tidak ada yang mau mendengar seruan Nabi Yunus AS. Maka iapun beranjak pergi meninggalkan kaumnya sendiri. Ia menganggap bahwa tidak ada lagi kaum Ninawa yang mau dan dapat beriman kepada Allah SWT.

Keputusan Nabi Yunus AS tentu saja keluar dari apa yang Allah SWT perintahkan kepadanya. Maka secara langsung ia telah melakukan dosa, Allah SWT meminta Nabi Yunus AS untuk segera bertaubat. Akan tetapi Nabi Yunus AS kini sudah pergi dengan amarah yang memuncak, merutuki keadaan kaumnya sendiri yang tidak mau beriman kepada Allah SWT.

***

Ikan Nun Raksasa

Sepeninggal Nabi Yunus AS yang secara tidak sadar kini sudah meninggalkan kaum Ninawa. Maka sebelumnya mereka merasa baik-baik saja tanpa sekalipun peduli dengan peringatan yang disampaikan Nabi Yunus AS.

Akan tetapi pada suatu hari, peringatan itu menjadi nyata. Dimana semua penduduk Ninawa menyadari jika langit Ninawa tiba-tiba menjadi mendung, membawa angin yang bergemuruh sangat kencang kemudian semua wajahnya menjadi pucat pasi. Tentu saja hal tersebut membuat mereka panik.

Semua orang berlarian, bukan untuk menyelamatkan diri dan sembunyi. Namun mencari keberadaan Nabi Yunus AS, akhirnya mereka meminta pertolongannya untuk kembali kepada Allah SWT. Ya, semua orang berlari dan sangat panik mengingat kembali peringatan yang sempat disampaikan Nabi Yunus AS.

Semua orang meminta ampunan kepada Allah SWT dan menyesali perbuatan yang telah mereka lakukan kepada Nabi Yunus AS.

Allah SWT mengampuni penduduk Ninawa yang memang terus menerus meminta dalam kepanikan bencana yang kini sedang menimpa. Kemudian bencana menakutkan itu hilang dan Ninawa kembali pada keadaan yang sebelumnya. Ya, mereka telah beriman kepada Allah SWT.

***

Kaum Ninawa tidak tinggal diam saja, melainkan mereka membutuhkan kehadiran Nabi Yunus AS. Mereka membutuhkan seorang pembimbing supaya dapat mempelajari agama dan ajaran yang dibawa Nabi Yunus AS. Setidaknya mereka dapat menambah ketebalan imannya sendiri dengan mempelajari kitab tauhid yang seringkali disampaikan Nabi Yunus AS sebelumnya. Kaum Ninawa benar-benar menyesali perbuatannya sendiri. Kaum Ninawa masih terus mencari keberadaan Nabi Yunus AS untuk belajar agama kepadanya.

Di lain kisah, Nabi Yunus AS telah berada di sebuah tempat yang tidak diketahui rimbanya. Ya, Nabi Yunus AS berjalan tak tentu arah tanpa ada tempat yang hendak dituju. Kemudian tibalah ia di pesisir pantai dan beristirahat disana untuk beberapa saat melepas lelah.

Tak lama setelah itu datanglah kapal yang hendak berlabuh di tepian, kemudian akan kembali melaju setelah menurunkan beberapa penumpang. Kapal tersebut hendak menyeberangi lautan, maka Nabi Yunus AS menjadi salah satu penumpang di dalam kapal.

Ketika kapal telah berlayar cukup jauh dari daratan semula, tiba-tiba terjadilah badai yang mengguncang kapal dengan sangat kuat. Ya, lautan tiba-tiba menjadi tidak bersahabat untuk diseberangi kapal.

Kemudian untuk mengurangi resiko kapal tenggelam, maka semua penumpang sepakat untuk mengurangi beban penumpang. Setidaknya sudah tiga kali, nama Nabi Yunus keluar dalam undian. Maka di sanalah ia mulai menyadari jika hal itu adalah kuasa Allah SWT. Kemudian Nabi Yunus AS menceburkan diri ke dalam laut, akan tetapi Allah SWT segera mengutus ikan raksasa bernama ikan Nun untuk menelan Nabi Yunus AS.

***

Sebuah riwayat menceritakan bahwa Nabi Yunus AS tidak meninggal setelah berada di dalam perut ikan Nun. Melainkan Nabi Yunus AS berada di dalam ikan dalam keadaan yang selamat, bahkan Nabi Yunus AS terus memohon ampun kepada Allah SWT atas kesalahannya karena meninggalkan kaumnya tanpa seorang utusan. Ia terus bertasbih dan meminta ampun selama kurang lebih 40 hari.
Allah SWT mendengar doa-doa Nabi Yunus AS, sehingga meminta ikan Nun untuk mengeluarkan Nabi Yunus AS dan meletakannya di pesisir pantai. Maka ikan Nun melaksanakan perintah Allah SWT.

40 hari berada di dalam perut ikan Nun telah membuat Nabi Yunus AS kurus badannya, sehingga Allah SWT menumbuhkan sebuah pohon labu yang buahnya bisa dimakan oleh Nabi Yunus AS dan membiarkan dirinya kembali normal seperti biasa. Setelah ia pulih dari keadaan sebelumnya, maka dengan segera Nabi Yunus AS melaksanakan perintah Allah SWT untuk kembali kepada kaumnya, kaum Ninawa.

Sampailah Nabi Yunus AS di tengah-tengah kaum Ninawa, kemudian ia sangat terkejut melihat kaumnya sudah beriman kepada Allah SWT. Bahkan tidak hanya itu, Nabi Yunus AS disambut dengan penuh suka cita. Dimana kaum Ninawa senang melihat Nabi Yunus AS kembali.

***

Hari demi hari berlalu dengan damai. Semua penduduk selalu meminta kepada nabi Yunus AS untuk diajarkan kitab Tauhid, kemudian belajar untuk menyempurnakan keimanan kepada Allah SWT.
Kemudian Allah SWT mengabadikan sebuah firman di dalam Al Quran, bahwa Allah SWT telah mengirimkan Nabi Yunus AS kepada seratus ribu atau lebih orang-orang. Kemudian mereka diberi kenikmatan hidup setelah mereka beriman kepada Allah SWT.

***
Selesai

Pesan yang dapat diambil dari kisah ini adalah kita tidak boleh berputus asa, sebab pertolongan Allah SWT selalu datang di waktu yang tepat. Bahkan tanpa kita sadari kedatangannya.

Desiana P
Ceritarakyatpendek.com

Belum ada Komentar untuk "Kisah Nabi Yunus dan Ikan Nun Raksasa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel