Kisah Nabi Zulkifli, Raja yang Bijaksana putra dari Nabi Ayyub AS

Kisah Nabi Zulkifli - Utusan Allah SWT -Para Rasul dan Nabi diturunkan Allah SWT ke bumi, tidak lain untuk memberikan petunjuk kepada setiap manusia yang ada pada suatu masa. Setidaknya terdapat satu Nabi atau Rasul yang Allah SWT utus ke bumi pada satu masa kehidupan suatu kaum. Telah diketahui bersama bahwa dalam agama islam terdapat 25 Nabi dan Rasul yang wajib diketahui oleh seluruh umat islam dari awal sampai akhir.
Kisah Nabi Zulkifli

Hal itu perlu diketahui karena pada setiap Nabi dan Rasul pasti terdapat banyak pelajaran dan pesan yang baik dalam menjalankan kewajibannya kepada Allah SWT, kemudian semangat dalam menyebarkan dakwah islam kepada umatnya, dimana tidak sedikit banyak yang lebih menentang ajakannya daripada menjadi pengikutnya.

Perjalanan dakwah para Nabi dan Rasul sering disampaikan dari mulut ke mulut. Bahkan sudah diabadikan oleh Allah SWT di dalam kitab suci Al-Quran. Sehingga semua umat islam dari zaman Nabi Adam AS sampai dengan Nabi Muhammad SAW dapat mengetahui kisah perjalanan dan mukjizat yang diberikan kepada para utusan-Nya. Hal tersebut supaya dapat menambah keimanan kepada Allah SWT, ajaran islam yang dibawa oleh setiap Nabi atau Rasul kepada setiap umatnya di bumi wajib untuk diketahui oleh para pengikut di masanya.

Basyardan Kecil

Kembali teringat pada ucapan Nabi Ibrahim AS, bahwa setiap keturunannya akan menjadi pemimpin dan juga panutan bagi setiap kaum-kaumnya sendiri. Ya, hal itu juga terjadi pada Nabi Zulkifli AS, dimana ia adalah putra dari Nabi Ayyub AS dan ibunya Rahmah. Kemudian Nabi Zulkifli AS masih keturunan Nabi Ibrahim AS, dimana ia merupakan cucu Nabi Ibrahim AS.

Nama kecil Nabi Zulkifli AS adalah Basyardan berarti manusia yang sabar. Kemudian seiring berjalannya waktu dan diikuti oleh ketaatan kepada Allah SWT, nama Basyardan berubah menjadi Nabi Zulkifli AS lalu gelar nabi tersebut diterimanya setelah ayahnya Nabi Ayyub AS.

Basyardan Kecil juga sudah hidup dengan bimbingan agama yang kuat, didukung pula oleh ayahnya sendiri Nabi Ayyub AS. Dimana Basyardan atau Nabi Zulkifli AS terbiasa untuk beribadah setiap hari seperti shalat dan berpuasa. Sehingga tak terlintas untuk sukar melakukan setiap kewajiban yang diperintahkan Allah SWT kepadanya.

Setidaknya Nabi Zulkifli AS terbiasa melaksanakan shalat sebanyak seratus kali. Ia merupakan orang yang jujur, sabar dan sekalipun tidak marah terhadap segala sesuatu yang bahkan dapat memancing emosinya. Ya, perilaku dan akhlak mulia Nabi Zulkifli AS itulah yang akhirnya menjadi kekaguman tersendiri bagi raja yang pada zamannya sedang menduduki tahta kerajaan.

Berkat kemuliaan dan akhlak terpuji Nabi Zulkifli AS itulah membuatnya tumbuh menjadi pemuda yang baik, ia tidak pernah lupa dengan ajaran yang mewajibkannya untuk selalu taat dalam mengikuti perintah Tuhannya sendiri. Bahkan ketika kelak menjadi seorang raja sekalipun, dimana ia akan sibuk mengurusi rakyat di dalam kerajaannya sendiri. Akan tetapi Nabi Zulkifli AS telah siap melakukannya.

Sebuah Sayembara

Nabi Zulkifli AS hidup pada masa kerajaan yang dipimpin oleh Nabi Ilyasa AS. Ya, Nabi Ilyasa AS merupakan seorang Nabi sekaligus raja di masanya. Ia adalah seorang raja yang arif, adil dan bijaksana terhadap rakyatnya.

Meskipun ia sibuk mengurusi seluruh rakyatnya, akan tetapi ia tidak pernah lupa dan putus di dalam ibadah. Dimana ia selalu berpuasa di siang hari dan beribadah di malam hari, kegiatan itulah yang sedikitpun tidak menjadi alasannya untuk merasa lebih sibuk terkecuali beribadah.

Kini raja Ilyasa telah lanjut usia dan tentu saja memerlukan penerus kerajaan yang setidaknya sama sepertinya. Namun kegundahannya semakin bertambah kala ia mengetahui takdirnya yang tidak pernah dikaruniai seorang anakpun di dalam hidupnya. Ya, raja Ilyasa tidak memiliki seorang anak sebagai penerusnya.

Akhirnya raja Ilyasa mengadakan sebuah sayembara kepada semua pemuda dan orang-orang yang sekiranya akan mampu menjadi seorang raja setelahnya. Kemudian berita sayembara itu sangat cepat tersebar ke seluruh negeri, sehingga semua orang merasa sangat tertarik dengan sayembara menjadi raja tersebut. Termasuk Nabi Zulkifli AS.

Tibalah hari dimana sayembara akan diselenggarakan, semua orang berbondong-bondong menuju balai pertemuan. Di sana tentu saja raja Ilyasa telah berdiri dari duduknya untuk menyambut para kandidat raja. Ia sangat bahagia sebab ia yakini ada satu diantara banyaknya peserta yang akan menjadi penerus raja.

Kemudian setelah semua peserta duduk di tempatnya masing-masing, maka seorang pengatur acara mempersilakan raja Ilyasa untuk menyampaikan acara utama dalam sayembara yang digelar.
“Aku Raja Ilyasa sangat bersyukur kepada Allah SWT karena telah menghadirkan banyak peserta hari ini. Aku mencari penerus tahta kerajaan untuk memimpin rakyatku tercinta.”

Ya, Raja Ilyasa dengan sangat terbuka menjelaskan keinginannya kepada seluruh peserta tentang penerus kerajaan. Sebab ia tidak memiliki seorang pun keturunan. Kemudian setelah semua orang memahami maksud sang raja. Maka kini raja Ilyasa kembali berbicara.

“Aku memerlukan seorang penerus kerajaan, dimana ia akan berpuasa di siang hari dan beribadah di malam hari. Adakah yang bersedia memenuhi syaratku itu?” tanya raja Ilyasa di hadapan seluruh peserta.

Mendengar syarat sang raja tentu saja terdengar sulit bagi sebagian orang. Tapi hanya seorang raja dan seorang calon raja yang telah diizinkan Allah SWT untuk melakukan kegiatan tersebut. Tak tampak seorang pun peserta yang mengangkat tangannya, sang raja agak bersedih melihat kenyataan yang harus diterimanya. Akan tetapi ternyata seorang pemuda telah mengangkat tangannya. Ya, dia satu-satunya.

“Hamba bisa melakukannya, baginda Raja!” seru Nabi Zulkifli AS kepada raja Ilyasa di hadapan seluruh peserta yang hadir.

Nabi Zulkifli AS menjadi satu-satunya yang mengangkat tangannya, di saat peserta yang lain menganggap jika persyaratan yang diberikan raja terlalu sulit untuk dilakukan. Akan tetapi sang raja tidak langsung percaya kepada Nabi Zulkifli AS, sebab usianya masih muda kemudian raja Ilyasa kembali berkata.

“Wahai anak muda, aku harap engkau tidak main-main tentang keputusanmu itu. Ini tentang penerus kerajaan, anakku.” Raja Ilyasa memang sedikit meragukan kemampuan Nabi Zulkifli AS yang terlalu muda untuk melakukan syarat yang diberikannya, jika dibandingkan dengan peserta lain yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat dan profesinya.

Kemudian Nabi Zulkifli AS berjalan ke depan menuju sang raja sembari berkata, “Wahai, Baginda Raja saya tidak pernah main-main dengan apa yang saya ucapkan, saya akan berusaha melakukan syarat yang anda berikan.”

Akhirnya Nabi Zulkifli AS dipilih menjadi penerus raja Ilyasa. Kini sang raja akan memberikan kuasa terhadap kebutuhan rakyat kepada penerusnya.

Raja Ilyasa sangat senang melihat ketakwaan yang dimiliki Raja Zulkifli, sama seperti perkataannya ketika mencalonkan diri sebagai seorang raja. Raja Ilyasa yang sudah berusia lanjut itu selalu berpesan kepada raja Zulkifli untuk selalu melaksanakan syarat yang pernah diberikan seumur hidupnya. Ya, rakyat membutuhkan seorang raja yang arif dan bijaksana. Raja Ilyasa berharap supaya Allah SWT selalu menjaga dan melindungi raja Zulkifli dari sesuatu yang akan melupakan kewajibannya tersebut.

Raja Ilyasa telah wafat dengan tenang, dimana ia pergi dengan perasaan yang bahagia sebab telah menemukan penerus kerajaannya kini. Sebelum ia wafat, raja Ilyasa berpesan kepada raja Zulkifli untuk selalu melaksanakan semua syarat yang pernah ia berikan. Kemudian raja Zulkifli akan berusaha memenuhi permintaan sang raja untuk kesekian kalinya.

Kini rakyat berharap kepada raja Zulkifli dapat melaksanakan kewajibannya untuk menjadi seorang raja yang bijaksana. Ternyata memang benar adanya, dimana raja Zulkifli adalah penerus kerajaan yang terbaik. Ia selalu menyelesaikan permasalahan tanpa menambah konflik baru. Kemudian ia juga selalu berpuasa dan mengurusi semua rakyatnya di siang hari dan beribadah di siang hari.

Raja Zulkifli juga terkenal karena sikap jujur, sabar dan sekalipun tidak pernah marah meskipun ia sangat ingin melakukannya. Raja Zulkifli tetap mengurusi semua keperluan rakyatnya tanpa sekalipun melupakan kewajiban kepada Allah SWT, Tuhan yang sudah memberinya amanah menjadi seorang raja bagi rakyatnya.

***
Selesai

Pesan yang dapat diambil dari kisah ini adalah kita harus memiliki sikap terpuji dalam berbagai suasana. Karena keberuntungan dan kebahagiaan akan mengikuti sepanjang hidupnya. Ya, Allah SWT yang menjaganya.

Desiana P

Belum ada Komentar untuk "Kisah Nabi Zulkifli, Raja yang Bijaksana putra dari Nabi Ayyub AS"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel